Rabu, 23 April 2008

DIABETES MELITUS... OPO SEH IKU ??? (apa sih itu)

Apa sih Diabetes itu?
Suatu kumpulan gejala yg timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif.

Patofisiologi
Sel beta pulau Langerhans pankreas menghasilkan insulin yg mengatur masuknya glukosa darah (hasil metabolisme karbohidrat) ke dalam sel, untuk bisa dimetabolisme menjadi tenaga. Pada Diabetes, insulin bisa tidak ada, atau jumlahnya normal, tapi reseptor penangkapnya di permukaan sel yang kurang, jadi tidak efektif.

Jenis-jenis
  1. DM tipe 1 : kanak2 puncak akil baliq, krn peradangan sel beta pankreas akibat rx autoimun (Islet Cell Antibody = ICA) pd infeksi virus, insulin tidak terbentuk, jadi tergantung insulin dari luar
  2. DM tipe 2 : paling banyak, > 40 tahun, jumlah insulin normal, reseptornya kurang, krn kegemukan, diet tinggi lemak & rendah karbohidrat, kurang gerak, keturunan
  3. DM tipe lain : krn obat/zat kimia, infeksi, sindroma genetik lain yang berkaitan dg DM
  4. DM gestasional : pd kehamilan

Gejala yang timbul

  1. Gejala khas : BB menurun tanpa sebab yang jelas dan lemah, Poliuria (banyak kencing, terutama malam hari), Polidipsia (banyak minum), Polifagia (banyak makan)
  2. Gejala tidak khas : kesemutan, pandangan kabur, gatal/bisul, disfungsi ereksi pada pria, gatal sekitar kemaluan dan keputihan pada wanita

Diagnosis

  1. Bila ditemukan gejala khas dan atau gejala tidak khas, px gula darah puasa >= 126 mg/dl, 2 jam setelah makan >= 200 mg/dl pada 1x px saja, sudah DM
  2. Bila hanya ditemukan gejala tidak khas, px gula darah puasa >= 126 mg/dl, 2 jam setelah makan >= 200 mg/dl minimal 2 x, pada waktu yang berbeda, baru DM

NB : Gula darah sewaktu (tanpa persiapan puasa) normal 70-140 mg/dl

Gula darah puasa diperiksa setelah ps puasa selama 8 jam (setelah makan malam terakhir, minum air putih boleh)

Gula darah 2 jam setelah makan, dilakukan setelah px gula darah puasa, ps makan dengan porsi makan pagi biasa, 2 jam kemudian dipx ulang kadar gula darahnya

Pilar Utama Pengelolaan Diabetes

  1. Perencanaan makan
  2. Latihan jasmani
  3. Obat2an
  4. Penyuluhan

Urutan harus seperti di atas, so yang namanya obat tidak diberikan pada saat pertama kali pasien datang, kecuali keadaan2 tertentu, misalkan ps tidak sadar, ada penyakit penyerta, kadar gula terlalu tinggi, dll.

"Penderita Diabetes tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol gula darahnya sampai senormal mungkin, sehingga dapat hidup seperti orang sehat lainnya dan mencegah timbul komplikasi baik jangka pendek maupun jangka panjang"

Oleh : Imelda Wijaya, dr.

Kamis, 10 April 2008

Rehabilitasi Medik pada Stroke

Beberapa tahun terakhir dikembangkan metode penanganan stroke yang disebut Constraint Induced Movement. Terapi ini dapat meningkatkan fungsi anggota gerak terutama lengan yang lumpuh dalam waktu lebih singkat. Siapa saja yang dapat diterapi dengan metode ini? yaitu penderita stroke lebih dari 12 bulan, mempunyai semangat untuk sembuh, keseimbangan baik, mampu duduk berdiri, berdiri lebih dari 2 menit dengan atau tanpa alat bantu, minimal mampu mengangkat pergelangan tangan (ekstensi) 10 derajat dan menggerakkan minimal 2 jari, melebarkan ibu jari sejauh 10 derajat (abduksi), dan tidak terlalu kaku (kontraktur). Teorinya, seseorang yang mengalami stroke, akan menggantungkan hidupnya pada orang lain untuk aktivitas sehari-hari, atau menggunakan lengan sebelahnya. Ini akan menurunkan penggunaan anggota gerak yang lumpuh tersebut. Lama-lama, otak akan "memusnahkan" pola gerak yang tidak pernah dipakai, dan diganti dengan pola gerak yang sering dipakai, yaitu tergantung pasrah (pada lengan yang lumpuh). Nah, Edward Taub, penemu metode ini, berusaha agar otak kita membangkitkan kembali "kenangan" akan gerakan-gerakan yang dulu pernah dilakukan oleh lengan tersebut sebelum sakit. Caranya, dengan membatasi gerakan lengan yang sehat, selama 4 - 7 jam sehari, 5 kali seminggu. Semua aktivitas sehari-hari, sebisa mungkin diambil alih oleh lengan yang lumpuh. Lengan yang sehat diberikan sling (kain yang diikat di leher), atau dibuatkan sarung tangan. Ternyata, peningkatan fungsi lengan yang lumpuh meningkat tajam dalam waktu 3 minggu. Lihat juga di http://www.strokeassociation.org/presenter.jhtml?identifier=3029931 dan http://www.taubtherapy.com/Default.aspx?pid=80180

Rehabilitasi Medik

Rehabilitasi Medik? Spesialis apa itu? Kalau disingkat jadi SpRM. Banyak yang mengira saya spesialis "sperma". Bukaaan. Memang spesialis satu ini unik. Penduduknya masih sedikit. kabarnya se Indonesia hanya 200 orang saja. Lebih mirip dokter umum plus, karena semua bidang ilmu kedokteran kami tangani. Dari penyakit dalam, kami menangani nyeri termasuk nyeri lutut, otot pinggang, rematik, batuk lendir berlebihan, dll. Kebidanan, anak-anak, gangguan saraf, tulang, luka bakar, gigi, THT, dll, lengkap deh. Seorang spesialis Rehab Medik nggak bekerja sendiri, karena merupakan satu tim, ada fisioterapi, okupasi terapi, terapi bicara menelan, ortotis prostetis (yang membuat alat bantu dan anggota badan palsu - kecuali gigi), psikolog, dan pekerja sosial. Jadi kalau ada pasien datang, akan ditangani secara global. dari fisiknya, psikisnya bahkan keadaan sosialnya (rumah, tempat kerja, dll). Ada yang bilang, kalau Rehab Medik itu seperti pengobatan alternatif, nggak pakai obat-obatan. Kadang kami juga pakai obat, contoh untuk menghilangkan batuk lendir, kami juga pakai obat-obatan untuk inhalasi.
Pasien yang banyak berkunjung : nyeri pinggang, lutut, stroke, anak batuk lendir nggak sembuh-sembuh, gangguan perkembangan, bicara, dll. Karena lebih banyak pasien nyeri, maka di Batam kami buat slogan: NYERI... REHAB AJA....
Sekarang dokter umum banyak yang berminat jadi spesialis ini, karena waktu pendidikan, nggak ada jaga malamnya. Lebih santai gitu deh. Lama pendidikan sama dengan spesialis lain, rata-rata 4 tahun. Pendidikan bisa di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Manado.
Ada yang berminat?

Sekolah Nanda

Nanda sekolah dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore. Bayangin, baru kelas 1 SD. Pada awalnya, saya waswas juga, jangan-jangan stres, yang ujung-ujungnya jadi trauma bersekolah. Setelah saya perhatikan dalam 8 bulan ini, ternyata Nanda enjoy aja tuh. Bahkan kadang-kadang saat dijemput, malah nggak mau pulang. Memang semua PR dikerjakan di sekolah. Jadi waktu sampai rumah Nanda hanya tinggal bermain saja. Kecuali jika ada ujian besok paginya. Saya tidak lagi membebani jadwalnya dengan kursus-kursus, kecuali kursus yang dia suka seperti menari (ballet), dan piano. Itupun di hari Sabtu dan Minggu saat dia libur, yang hanya menyita 1 jam waktunya saja. Kalau diperhatikan betul-betul, kok bisa sampai sore, ternyata jam istirahatnya yang lama. 3 setengah jam total istirahat. jadi waktu efektif belajar sehari sebenarnya hanya 3 setengah jam saja. Tadinya saya sudah menggerutu, karena dulu waktu saya SD kelas 1, jam 11 siang sudah pulang, dengan waktu istirahat total 1 jam. Jadi setelah dihitung-hitung, ternyata nggak beda jauh.
Kalau ditanya besar mau jadi apa? Artis!

Selasa, 08 April 2008

Introducing myself

Saya seorang dokter Spesialis Rehabilitasi Medik. Saya tinggal di "kamp penampungan mewah" para dokter di sebuah rumah sakit swasta di Batam. Baru setahun kami tinggal disini. Istri saya seorang dokter umum yang juga bekerja di rumah sakit yang sama. Kami memiliki putri berusia 6 tahun bernama Ananda, yang biasa dipanggil Nanda. Nanda sekolah di sekolah plus..(nggak tahu berapa plusnya) dengan uang pangkal 3 kali lipat dari uang kuliah saya waktu masuk FK dulu. Mengingat pasien waktu itu masih do sampai sol, yah.. tentu berat juga. Kok bisa nyasar ke Batam? Itu karena orang tua saya sudah duluan menjadi penghuni pulau kalajengking ini. Saya memang suka berpindah-pindah tempat. Dari Malang, Jakarta, Poso ( dua tempat ini waktu ada kerusuhan, saya pas disana. Jadi orang-orang curiga, jangan-jangan saya penyebab kerusuhan, hehe..), Palu, Kediri, Semarang dan sekarang Batam.

Resident Evil

Sejak 2 hari ini, Nanda punya kegemaran baru. Game "resident evil". Itu loh, game yang ada zombie limbung-linglung, yang ditembaki nggak mati-mati. Kok bisa suka? saya pernah mainin kira-kira 3 bulan yang lalu, dan komputer saya jadi rusak karenanya (mungkin nggak kompatibel??). waktu itu responsnya nggak sedahsyat 2 hari ini. jadi, kalau ikutan ke tempat praktek, dia selalu memakai atribut "Claire" tokoh wanita di game itu. Rambut dikuncir satu, pakai sarung tangan, baju merah muda dengan celana yang (dia bayangkan) berwarna biru (padahal coklat), sepatu lengkap dengan kaos kakinya, siap-siap menembak daddynya yang dipaksa jadi zombie. Kadang nggak kenal waktu, lagi ngantuk, praktek, makan, juga terjadi pemaksaan aktivitas perzombian ini. Daya ingat anak demikian kuatnya terhadap hal-hal yang baru bagi dirinya. Jika kita melarang, wah pecah dunia persilatan. Supaya tidak terlalu seram, "zombie" itu saya buat "selucu" mungkin, zombienya jadi suka permen, penggeli, bisa ditunggangin, jadi gambaran menakutkan menjadi berkurang di benak Nanda. Saya juga berusaha (mati-matian) menjelaskan mana yang nyata dan tidak, sampai Nanda "sedikit" mengerti. tapi tetap aja fanatik dengan Claire. Korbannya? jelas Daddynya.