Kamis, 10 April 2008
Rehabilitasi Medik pada Stroke
Beberapa tahun terakhir dikembangkan metode penanganan stroke yang disebut Constraint Induced Movement. Terapi ini dapat meningkatkan fungsi anggota gerak terutama lengan yang lumpuh dalam waktu lebih singkat. Siapa saja yang dapat diterapi dengan metode ini? yaitu penderita stroke lebih dari 12 bulan, mempunyai semangat untuk sembuh, keseimbangan baik, mampu duduk berdiri, berdiri lebih dari 2 menit dengan atau tanpa alat bantu, minimal mampu mengangkat pergelangan tangan (ekstensi) 10 derajat dan menggerakkan minimal 2 jari, melebarkan ibu jari sejauh 10 derajat (abduksi), dan tidak terlalu kaku (kontraktur). Teorinya, seseorang yang mengalami stroke, akan menggantungkan hidupnya pada orang lain untuk aktivitas sehari-hari, atau menggunakan lengan sebelahnya. Ini akan menurunkan penggunaan anggota gerak yang lumpuh tersebut. Lama-lama, otak akan "memusnahkan" pola gerak yang tidak pernah dipakai, dan diganti dengan pola gerak yang sering dipakai, yaitu tergantung pasrah (pada lengan yang lumpuh). Nah, Edward Taub, penemu metode ini, berusaha agar otak kita membangkitkan kembali "kenangan" akan gerakan-gerakan yang dulu pernah dilakukan oleh lengan tersebut sebelum sakit. Caranya, dengan membatasi gerakan lengan yang sehat, selama 4 - 7 jam sehari, 5 kali seminggu. Semua aktivitas sehari-hari, sebisa mungkin diambil alih oleh lengan yang lumpuh. Lengan yang sehat diberikan sling (kain yang diikat di leher), atau dibuatkan sarung tangan. Ternyata, peningkatan fungsi lengan yang lumpuh meningkat tajam dalam waktu 3 minggu. Lihat juga di http://www.strokeassociation.org/presenter.jhtml?identifier=3029931 dan http://www.taubtherapy.com/Default.aspx?pid=80180
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar